Apa Itu Normalisasi ?

Apa Itu Normalisasi ?


  • Pengertian

Normalisasi adalah suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang memiliki  masalah tertentu  ke dalam dua buah tabel atau lebih, yang tidak lagi memiliki masalah tersebut (Abdul Kadir, 2002: 52). Masalah tersebut biasanya merupakan suatu ketidakkonsistenan (tidak normal) apabila dilakukan penghapusan (delete), pengubahan (update) dan pembacaan (retrieve) pada suatu basis data.

  • Tujuan :
    1. Mengatur data dalam kelompok-kelompok sehingga mempermudah dalam
    penanganan data.
    2. Menjamin perawatan data
    3. Untuk menghilangkan kerangkapan data
    4. Untuk mengurangi kompleksitas
    5. Untuk mempermudah pemodifikasian data dan lain-lain
  • Manfaat :
    1.  Meminimalkan terjadinya kesalahan dalam data.
    2. Meminimalkan resiko data yang tidak konsisten.
    3. Memaksimalkan stabilitas struktur data dan lain-lain.
  • Proses
    1. Data diuraikan dalam bentuk table
    2. Data dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
    3. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel
    tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai
    memenuhi bentuk yang optimal.
  • Aturan-Aturan
    1. Normalisasi Pertama (1st Normal Form)
    -Mendefinisikan atribut kunci
    -Tidak adanya group berulang
    -Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi
    lagi)

2. Normalisasi Kedua (2nd Normal Form)
-Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu
-Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung
pada sebagian field kunci.

3. Normalisasi Ketiga (3rd Normal Form)
-Sudah berada dalam bentuk normal kedua
-Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada
field bukan kunci lainnya).

4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
-Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional
dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X -> Y
-Tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang
ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
-Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu
termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X -> A, BCNF tidak
membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

5. Normalisasi Keempat (4th Normal Form)
-Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk
BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued
atribute.
-Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional
dependencies.

6. Normalisasi Kelima (5th Normal Form)
-Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless
decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
-Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency,
5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel
telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi
(join) untuk membentuk tabel semula.

 

Referensi

 272 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *